Kapal samudra Myrandel berlampu hangat, kecil di tengah laut malam yang licin seperti cermin, di bawah langit dengan rasi bintang berbentuk pusaran, cincin, dan garis lurus.

TheMyrandelCrossing

Kapal samudra Myrandel meninggalkan Aldwater pada April 1927 untuk pelayaran tujuh hari ke Kepulauan Selatan. Pada malam kedua radio diam, bintang di atas geladak berganti susunan, dan peta navigasi menunjukkan laut yang tidak ada di atlas mana pun.

Wishlist
Xbox Series X/S PC Rilis 2027

Dua belas dek

Daftar penumpang malam kedua, disusun dari Sun Deck sampai ruang ketel. Setiap dek adalah wilayah untuk dijelajahi sekaligus tempat berbicara dengan penumpang, dan beberapa di antaranya menjadi medan tempur saat jadwal kapal berubah.

  1. Sun Deck pada malam hari: papan jati basah, kursi geladak berjajar di bawah lampu kuningan, cerobong krem bergaris merah, dan langit berbintang berpusar.
    Leopold Weiss duduk bersila di papan geladak dengan denah kapal terbuka di pangkuan, menengadah ke langit.

    Dek 1

    Sun Deck

    Leopold Weiss, penumpang kelas dua

    Leopold baru sepuluh tahun, tetapi ia sudah menghafal denah kedua belas dek sebelum kapal meninggalkan Aldwater. Malam ini denah di pangkuannya memuat dua ruangan yang tidak pernah dibangun, dan salah satunya terletak tepat di bawah kabin keluarganya di dek kelas dua.

  2. Promenade Deck berdinding jendela tinggi, laut hitam rata di luar, kursi rotan dan palem di sisi dalam.
    Lanternfin, makhluk berbentuk lonceng kaca kuning menyala dengan sirip pita dan sulur bercahaya, melayang di udara lorong.

    Dek 2

    Promenade Deck

    Lanternfin, makhluk dari laut yang tidak ada di atlas

    Sejak malam kedua, Lanternfin berenang di udara geladak berkaca seolah lorong itu berisi air. Penumpang yang menyentuh cahayanya lupa nomor kabin mereka sendiri, dan Hatchard sudah dua kali mengantar tamu yang tersesat kembali ke kamarnya tanpa bertanya apa yang mereka lihat di lorong.

  3. Ruang radio sempit berdinding baja berpaku, meja panjang penuh pesawat radio dengan tabung menyala hijau dan jingga.
    Fumio Kagawa duduk di kursi putar kayu, menekan headphone ke telinga dan memegang pensil di atas blok pesan.

    Dek 3

    Ruang Radio

    Fumio Kagawa, juru radio

    Semua frekuensi mati pukul 23:40, kecuali satu. Di frekuensi itu Fumio mendengar suara yang membacakan daftar penumpang Myrandel dengan sabar, termasuk nama orang yang tidak pernah naik kapal.

  4. Grand Salon art deco dengan lampu gantung kristal, lantai dansa parket mengilap, panggung orkes kosong, dan berkas lampu sorot hangat.
    Odalys Fenlow bernyanyi pelan di depan mikrofon tegak, bergaun payet biru malam, memegang kipas bulu putih.

    Dek 4

    Grand Salon

    Odalys Fenlow, penyanyi orkes salon

    Orkes berhenti di tengah lagu ketiga. Para pemainnya tidak kembali dari belakang panggung, jadi Odalys terus bernyanyi agar ruang dansa tidak panik, dengan pistol berhulu mutiara tersembunyi di balik kipas bulunya.

  5. Perpustakaan kelas satu berpanel kayu kenari, lampu meja hijau, karpet merah dan biru, jendela tinggi ke laut malam.
    Hepsie Blaine duduk menyilangkan kaki di kursi berlengan kulit, buku catatan di lutut, pena di bibir.

    Dek 5

    Perpustakaan

    Hepsie Blaine, penulis novel detektif

    Hepsie sudah menulis banyak novel detektif tanpa pernah memecahkan satu kasus nyata. Di perpustakaan ia menempelkan petunjuk dari serbet dan kartu menu ke kaca lemari buku, lalu menyusun ulang semuanya setiap kali ada kesaksian baru.

  6. Dining Saloon kelas satu dengan meja bertaplak putih, gelas dan perak tertata, semua kursi kosong.
    Gilt Steward, pelayan jangkung berjas putih dengan topeng kuningan halus tanpa mata, membawa nampan perak bertudung.

    Dek 6

    Dining Saloon

    Gilt Steward, pelayan yang tidak tercatat di daftar awak

    Makan malam tetap disajikan pukul 19:30 meski separuh kursi kosong. Para pelayan bertopeng kuningan ini datang bersama Perwira Ketiga Belas dan tidak senang pada tamu yang meninggalkan meja sebelum hidangan penutup.

  7. Koridor kabin kelas satu yang panjang, karpet merah, pintu kabin identik, lampu dinding hangat menjauh.
    Hatchard, pelayan kabin tua berompi biru tua, berjalan pelan membawa nampan dengan secangkir teh.

    Dek 7

    Koridor Kabin A

    Hatchard, pelayan kabin

    Hatchard mengantar teh ke kabin yang penghuninya sudah hilang. Tehnya selalu masih hangat. Ia menjawab pertanyaanmu dengan sopan, tetapi menolak setiap ajakan untuk ikut rombongan.

  8. Ruang rawat kapal berdinding enamel putih, dua ranjang besi, lemari obat kaca berisi botol cokelat.
    Samira Chabane berseragam perawat putih duduk di bangku besi, menggulung perban, tas medis kulit terbuka di kakinya.

    Dek 8

    Ruang Rawat

    Samira Chabane, perawat kapal

    Sejak radio mati, ranjang di ruang rawat terisi pasien yang aneh: luka bakar yang terasa dingin, demam yang turun setiap kali kapal berbelok, seorang pelaut yang terus menggambar rasi baru di seprainya. Samira mencatat semua gejala itu karena ia mulai melihat polanya.

  9. Ruang tidur kelas tiga yang rendah dengan ranjang susun, mantel tergantung, koper, dan satu bohlam hangat.
    Seorang ibu muda kelas tiga duduk di atas koper, memeluk anak perempuannya yang tertidur dalam selendang rajut, menatap langit-langit.

    Dek 9

    Kelas Tiga

    Penumpang kelas tiga

    Kabar sampai paling akhir di dek bawah. Penumpang kelas tiga mendengar langkah kaki di lantai atas pada jam ketika semua orang seharusnya tidur.

  10. Palka kargo depan dengan tumpukan peti kayu dan koper kulit terikat jaring tali, mobil tua berselubung kanvas, lantai baja basah memantulkan lampu.
    Ballast Crab, kepiting raksasa bercangkang balok besi pemberat berkarat dan berteritip, capit terangkat, mata kuning menyala.

    Dek 10

    Palka Kargo

    Ballast Crab, penghuni lunas

    Ballast Crab menempel di lunas sejak laut berubah, lalu naik ke palka lewat saluran air pada jam ketika penjaga kargo sedang makan malam di dek kru. Cangkangnya adalah besi pemberat, jadi pukulan biasa nyaris tidak meninggalkan bekas.

  11. Ruang turbin dengan pipa kuningan, panel alat ukur tekanan, jalan titian berpagar, cahaya kebiruan.
    Masinis jaga berbaju kerja biru bernoda oli berlutut membaca alat ukur, kunci pas kuningan dan kaleng oli di tangan.

    Dek 11

    Ruang Mesin

    Masinis jaga

    Turbin berputar penuh dan cerobong terus berasap, tetapi jarum kecepatan kapal tidak bergerak sejak tengah malam, seolah Myrandel diam di tempat dan lautlah yang bergeser di bawahnya. Masinis jaga sudah tiga kali memeriksanya.

  12. Ruang ketel dengan deretan ketel besar berpaku, pintu tungku menyala jingga, tumpukan batu bara di lantai baja.
    Lorcan Tamberlin, juru api berbahu lebar berkaus hitam jelaga, mengayunkan sekop penuh batu bara ke arah tungku.

    Dek 12

    Ruang Ketel

    Lorcan Tamberlin, juru api

    Lorcan menjaga tungku nomor tiga sepanjang malam, sebab hanya di depan tungku itu bayangan kapal masih jatuh ke arah yang benar. Di dek paling bawah ini setiap jurus Deck Shift berubah ke bentuk paling panas.

Anjungan kapal pada malam hari dengan kemudi kuningan, telegraf mesin, meja peta berlampu, dan kabut tipis bercahaya biru di atas lantai.
Perwira Ketiga Belas, perwira jangkung berseragam biru malam berkancing kuningan tanpa lambang, bertopi putih, tangan di belakang punggung.

Perwira Ketiga Belas

Pengumuman anjungan, malam kedua

Kapten Evaristo Danske tidak lagi berada di anjungan, sementara topinya masih tergeletak di meja peta dan jurnal kapal berhenti di tengah kalimat.

Di tempatnya berdiri seorang perwira berseragam yang tidak dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran mana pun, yang memperkenalkan diri sebagai Perwira Ketiga Belas dan menjamin kapal akan sampai tepat waktu.

Pengumuman anjungan, malam ketiga

Mulai malam ini Perwira Ketiga Belas mengatur jadwal kapal dari anjungan. Pengumumannya menentukan dek mana yang dibuka, siapa yang boleh lewat, bahkan menu makan malam di Dining Saloon.

Ia tidak pernah berbohong. Yang perlu kamu cari tahu adalah jam siapa yang ia pakai untuk menghitung tepat waktu.

Deck Shift

Pertarungan berjalan bergiliran, dan dek tempat kamu bertarung ikut menentukan bentuk jurus. Tembakan Odalys bisa menjadi peluru cahaya di Sun Deck, lalu berubah jadi tipuan yang memancing lawan saat kamu bertarung di koridor kabin.

Pertarungan di Sun Deck: Odalys menembak, Fumio mengangkat headphone yang memancarkan cincin statis hijau, Hepsie menunjuk dengan pena bergaris emas, menghadapi dua Gilt Steward.
Sun Deck, malam kedua: Odalys, Fumio, serta Hepsie melawan dua Gilt Steward

Dek 1 sampai 4

Dek atas

Di bawah bintang yang salah, jurus berubah menjadi cahaya dan angin sehingga peluru Odalys bisa memantul dari satu rasi ke rasi lain.

Dek 5 sampai 8

Dek tengah

Di salon dan lorong kabin, jurus menjadi tipu daya yang membaca lawan lalu mencuri giliran mereka.

Dek 9 sampai 12

Dek bawah

Dekat lunas, jurus bertumpu pada panas dan berat: sekop Lorcan membakar, sedangkan perban Samira mengeras menjadi perisai.

Pertarungan di ruang ketel: Lorcan mengayunkan sekop berbara, Samira melempar perban bercahaya, Leopold mengangkat denah kapal yang menyala, menghadapi Ballast Crab.
Ruang ketel: Lorcan, Samira, serta Leopold melawan Ballast Crab

Saat kapal oleng, posisi dek bergeser di tengah pertarungan, dan rombongan yang lebih cepat membaca arah olengan mendapat giliran tambahan.

Enam penumpang bisa bergabung dengan rombonganmu, tiga di antaranya bertarung bersamaan.

Program pelayaran

Jadwal kapal tetap berjalan, entah kamu siap atau tidak. Petunjuk yang kamu temukan sebelum hari ketujuh dan penumpang yang masih bersamamu saat kapal merapat akan menentukan satu dari tujuh akhir cerita.

Hari pertama
Myrandel meninggalkan Aldwater pukul 16:00, disusul makan malam pembuka di Dining Saloon dengan orkes lengkap.
Hari kedua
Pukul 23:40 radio diam, lalu penumpang di Sun Deck melihat bintang berpindah tempat.
Hari ketiga
Kapten tidak muncul di anjungan; Perwira Ketiga Belas membacakan jadwal baru lewat pengeras suara.
Hari keempat
Pesta topeng di Grand Salon tetap diadakan, meski separuh tamunya tidak bisa ditemukan.
Hari kelima
Palka kargo ditutup untuk penumpang sampai pemberitahuan berikutnya.
Hari keenam
Lampu kelas tiga dipadamkan pukul 20:00, dua jam lebih awal dari biasanya.
Hari ketujuh
Myrandel tiba di Kepulauan Selatan, tepat waktu.

Media

Trailer pertama memperlihatkan malam kedua pelayaran, dari Grand Salon yang ditinggal orkesnya, lewat lorong kabin tempat Hatchard masih membawa teh, sampai anjungan tanpa kapten tempat Perwira Ketiga Belas menunggu.

Wishlist

Rilis 2027 untuk PS5, Xbox Series X/S, serta PC.

Trailer

Buka di YouTube

Tangkapan layar